Sebuah insiden terjadi di Jalan Raya Omben, Sampang, Madura, Jawa Timur, melibatkan seorang pemuda dan anggota kepolisian dari Polres Sampang. Pemuda tersebut nyaris terlibat adu jotos dengan polisi lantaran tidak terima sepeda motornya tanpa plat nomor hendak diamankan oleh petugas saat patroli rutin. Peristiwa ini terekam kamera oleh warga dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu beragam reaksi dan diskusi di kalangan warganet di seluruh Indonesia mengenai tindakan petugas dan respons dari pengendara.
Insiden bermula ketika petugas kepolisian melakukan patroli rutin dalam rangka penegakan peraturan lalu lintas. Saat patroli, petugas mendapati seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor tanpa dilengkapi plat nomor kendaraan yang sah. Mengingat hal tersebut merupakan pelanggaran lalu lintas, petugas kemudian memberhentikan pemuda tersebut untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait surat-surat kepemilikan kendaraan.
Lantaran pemuda itu tidak dapat menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang sah saat diminta oleh petugas, kepolisian memutuskan untuk mengamankan sepeda motor tersebut sesuai dengan prosedur standar yang berlaku dalam penertiban pelanggaran lalu lintas. Namun, pemuda tersebut menunjukkan ketidakpuasan dan berusaha menghalangi petugas yang hendak membawa motornya ke kantor polisi.
Dalam rekaman video amatir yang beredar luas di dunia maya, terlihat adu argumen sengit dengan nada tinggi antara pemuda yang emosional dan beberapa anggota polisi yang berusaha menjalankan tugasnya dengan tenang. Pemuda tersebut tampak berusaha merebut kembali sepeda motornya secara физический. Situasi sempat memanas hingga nyaris terjadi kontak fisik berupa adu jotos antara pemuda dan salah seorang anggota polisi yang berusaha mengendalikan situasi. Beruntung, anggota polisi lainnya yang berada di lokasi segera turun tangan untuk melerai keduanya dan mencegah eskalasi konflik yang lebih jauh.
Kapolres Sampang, AKBP Arman, melalui Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Dedy Delyanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa tindakan anggotanya telah sesuai dengan prosedur penindakan pelanggaran lalu lintas karena pengendara tidak dapat menunjukkan dokumen kepemilikan kendaraan yang sah.
