Menjelajahi Sejarah Gedung Singa Surabaya yang Berusia 124 Tahun!

Di jantung Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Jembatan Merah No. 19, berdiri kokoh sebuah bangunan bersejarah yang dikenal dengan sebutan Gedung Singa. Bangunan megah ini bukan hanya saksi bisu perkembangan Kota Pahlawan selama lebih dari satu abad, tetapi juga menyimpan keunikan arsitektur dan cerita menarik di balik namanya. Mari kita telaah sejarah singkat gedung yang kini berusia 124 tahun ini!

Lahir di Era Kolonial: Awal Mula Gedung Singa:

Gedung Singa diperkirakan mulai dibangun pada tahun 1901 pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Awalnya, bangunan ini dikenal dengan nama Algemeene Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente te Amsterdam, yang merupakan kantor perusahaan asuransi jiwa. Lokasinya yang strategis di kawasan Willemskade, yang kini dikenal sebagai Jalan Jembatan Merah, menjadikannya pusat aktivitas penting pada masanya.

Dua Singa Ikonik sebagai Penjaga Fasad:

Nama “Gedung Singa” sendiri berasal dari dua patung singa bersayap yang gagah berdiri di sisi kanan dan kiri pintu masuk utama. Patung-patung inilah yang menjadi ciri khas dan daya tarik utama bangunan ini. Menurut catatan sejarah, penempatan patung singa ini terinspirasi dari simbol teologi Yunani yang melambangkan kemakmuran. Selain itu, dalam budaya Mesir Kuno, singa juga diasosiasikan dengan matahari dan kekuasaan Firaun, melambangkan kekuatan hidup dan mati.

Arsitektur Eropa dengan Sentuhan Simbolisme:

Gedung Singa dirancang oleh arsitek terkenal Belanda, Hendrik Petrus Berlage, yang juga dikenal sebagai Bapak Arsitektur Modern di Belanda. Meskipun Berlage tidak secara langsung mengawasi pembangunannya di Surabaya, desainnya yang menggabungkan gaya Eropa dengan sentuhan simbolisme terlihat jelas pada fasad bangunan. Penggunaan bata merah yang diekspos, aksentuasi lengkungan (arch), serta ornamen-ornamen unik seperti lukisan porselen di bagian atas gedung menambah nilai эстетика dan sejarahnya.

Kesimpulan:

Gedung Singa Surabaya adalah permata arsitektur dan sejarah yang patut untuk terus dikenang dan dilestarikan. Keberadaan dua patung singa ikonik, desain Eropa yang menawan, serta usianya yang lebih dari satu abad menjadikannya saksi bisu perkembangan Kota Pahlawan. Semoga bangunan bersejarah ini terus berdiri gagah dan menjadi pengingat akan masa lalu Surabaya yang kaya.

By admin
No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.