09
Sep
Platform jejaring pertemanan kini menjadi sarana empuk bagi para peretas untuk melancarkan taktik manipulasi psikologis demi mencuri identitas pribadi pengguna. Pelaksanaan aksi kejahatan rekayasa sosial dirancang sangat halus dengan mengumpulkan data riwayat hidup korban yang diunggah secara terbuka di internet. Pelaku menyamar sebagai teman lama atau pihak layanan pelanggan guna memancing korban membocorkan informasi rahasia berupa kode otentikasi akun. Masyarakat diminta lebih selektif dalam membagikan rincian data pribadi di media sosial agar terhindar dari pembajakan akun. Modus kejahatan diawali dengan pembuatan akun tiruan yang menggunakan foto dan nama persis milik kerabat atau tokoh terkenal yang disegani oleh target. Pelaku kemudian…
