21
Feb
Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap konsumsi mode telah mengalami pergeseran budaya yang sangat kontras, di mana fenomena The Psychology of Thrifting mulai menggantikan dominasi belanja barang baru. Mengonsumsi pakaian bekas atau pre-loved bukan lagi dianggap sebagai pilihan bagi mereka yang memiliki keterbatasan finansial, melainkan telah bertransformasi menjadi sebuah simbol kecerdasan dan kesadaran lingkungan. Ada kepuasan psikologis tersendiri ketika seseorang berhasil menemukan barang bermerek atau barang langka (vintage) dengan harga yang sangat terjangkau, sebuah sensasi yang sering disebut sebagai "sensasi berburu" di kalangan anak muda. Secara mendalam, The Psychology of Thrifting mencerminkan keinginan individu untuk tampil beda dan autentik di tengah…
