06
Okt
Hujan deras yang mengguyur wilayah perbukitan selama tiga hari berturut-turut telah memicu serangkaian insiden Tanah Longsor yang signifikan, memutus akses jalan utama yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan enam kabupaten di wilayah selatan. Jalur ini merupakan arteri logistik vital untuk distribusi kebutuhan pokok dan BBM. Pemutusan akses akibat Tanah Longsor ini bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam kelangkaan pasokan dan potensi lonjakan harga di daerah terisolir. Upaya heroik tim gabungan kini difokuskan untuk membuka kembali jalur tersebut secepatnya, karena keterlambatan berpotensi merusak stabilitas ekonomi dan mengancam Kemandirian Finansial warga. Insiden Tanah Longsor terbesar terjadi pada hari Minggu, 13 Oktober…
